Skip to main content

Nadi Kampus

SAJAK: 'Buang yang keruh, keruh kembali'

Anggaran Waktu Membaca:
SAJAK: 'Buang yang keruh, keruh kembali'

Gambar hiasan. (Gambar: Annie Spratt/Unsplash)

apa gunanya
membuang yang keruh
jika hangitnya tetap terhidu
bak menelan mestika hempedu
membekas di hati penuh terharu
trauma yang meragut kalbu
di saat-saat engkau menaruh
kasih sayang yang sepadu
berkematu pada hujung perdu
hanya untuk dirobek luas semahu
dengan alasan tidak pernah tahu
meluahkan kemanisan kata terkaku.

buat apa sebenarnya
mengambil yang jernih
jika luka masih mendidih
keibubapaan saling bertindih
dengan keruh-jernih menabur kasih
dibajai ketidakadilan dan kesalahfahaman
terus menumbuh dalam bakau pendaman.

buang yang keruh, keruh kembali
ambil yang jernih, jernihnya khali
tajalli sudah hakikat soal hati
sukar dilentur dengan pepatah
tatkala jiwa enggan berubah.


CETUSAN KARYA:
Sajak ini adalah sentuhan ilham pemenang tempat pertama pertandingan Hadiah Sulam Kalam anjuran PERBAYU NIE/NTU bagi peringkat institusi pengajian tinggi.
Sumber : BERITA Mediacorp/hy
Anda suka apa yang anda baca? Ikuti perkembangan terkini dengan mengikuti kami di Facebook, Instagram, TikTok dan Telegram!

Ikuti perkembangan kami dan dapatkan Berita Terkini

Langgani buletin emel kami

Dengan mengklik hantar, saya bersetuju data peribadi saya boleh digunakan untuk menghantar artikel dari Berita, tawaran promosi dan juga untuk penyelidikan dan analisis.

Lebih banyak artikel Berita