Keringat Yang Menjadi Sejarah
Anggaran Waktu Membaca:
Hari Buruh disambut pada 1 Mei setiap tahun di Singapura. (Gambar: Canva)
SINGAPURA:
Di pagi yang belum selesai bermimpi,
kami sudah terjaga
menggenggam waktu yang tak pernah lunak
dan berjalan menuju hari yang sama
Titis demi titis jatuh tanpa nama
meresap ke tanah, ke besi, ke dinding kota
tak ada yang menulisnya di buku pelajaran
namun dunia berdiri di atasnya
Gedung-gedung tinggi tak pernah bertanya
siapa yang mengangkatnya dari lelah
jalan-jalan panjang tak pernah mengingat
langkah siapa yang pertama menyerah
Kami bukan angka di laporan tahunan
bukan sekadar tangan yang disewa
kami adalah cerita yang tak dituliskan
namun terus hidup dalam setiap benda
Dan jika suatu hari sejarah dibaca ulang
dengan mata yang lebih jujur
akan ditemukan bahawa peradaban ini
dibangun oleh keringat yang gugur
kami sudah terjaga
menggenggam waktu yang tak pernah lunak
dan berjalan menuju hari yang sama
Titis demi titis jatuh tanpa nama
meresap ke tanah, ke besi, ke dinding kota
tak ada yang menulisnya di buku pelajaran
namun dunia berdiri di atasnya
Gedung-gedung tinggi tak pernah bertanya
siapa yang mengangkatnya dari lelah
jalan-jalan panjang tak pernah mengingat
langkah siapa yang pertama menyerah
Kami bukan angka di laporan tahunan
bukan sekadar tangan yang disewa
kami adalah cerita yang tak dituliskan
namun terus hidup dalam setiap benda
Dan jika suatu hari sejarah dibaca ulang
dengan mata yang lebih jujur
akan ditemukan bahawa peradaban ini
dibangun oleh keringat yang gugur
Kurangkan Artikel
MENGENAI PENULIS
Puisi ini adalah karya Dadan Nugraha dari Banten, Indonesia. Beliau minat melukis dan menulis.
Puisi ini adalah karya Dadan Nugraha dari Banten, Indonesia. Beliau minat melukis dan menulis.
Sumber : BERITA Mediacorp/az
Ikuti perkembangan kami dan dapatkan Berita Terkini
Langgani buletin emel kami
Dengan mengklik hantar, saya bersetuju data peribadi saya boleh digunakan untuk menghantar artikel dari Berita, tawaran promosi dan juga untuk penyelidikan dan analisis.