“Belajar Taat dari Ibrahim”
Anggaran Waktu Membaca:
SINGAPURA:
Ibrahim tidak bertanya mengapa.
Dia hanya menundukkan hati
pada perintah Tuhan.
Padahal yang diminta
bukan harta,
bukan kemewahan dunia,
melainkan sesuatu
yang paling dicintainya.
Dan manusia hari ini
masih belajar dari keteguhan itu.
Tentang bagaimana tetap percaya
meski jalan terasa gelap.
Tentang bagaimana tetap taat
meski hati gementar.
Korban bukan sekadar ritual tahunan,
ia adalah cermin
untuk melihat sejauh mana
iman bertahan di dalam diri.
Kerana belajar taat dari Ibrahim
bererti belajar meletakkan Tuhan
di atas segala cinta lainnya.
Dia hanya menundukkan hati
pada perintah Tuhan.
Padahal yang diminta
bukan harta,
bukan kemewahan dunia,
melainkan sesuatu
yang paling dicintainya.
Dan manusia hari ini
masih belajar dari keteguhan itu.
Tentang bagaimana tetap percaya
meski jalan terasa gelap.
Tentang bagaimana tetap taat
meski hati gementar.
Korban bukan sekadar ritual tahunan,
ia adalah cermin
untuk melihat sejauh mana
iman bertahan di dalam diri.
Kerana belajar taat dari Ibrahim
bererti belajar meletakkan Tuhan
di atas segala cinta lainnya.
Kurangkan Artikel
MENGENAI PENULIS
Puisi ini adalah karya Dadan Nugraha dari Banten, Indonesia. Beliau minat melukis dan menulis.
Puisi ini adalah karya Dadan Nugraha dari Banten, Indonesia. Beliau minat melukis dan menulis.
Sumber : BERITA Mediacorp/az
Ikuti perkembangan kami dan dapatkan Berita Terkini
Langgani buletin emel kami
Dengan mengklik hantar, saya bersetuju data peribadi saya boleh digunakan untuk menghantar artikel dari Berita, tawaran promosi dan juga untuk penyelidikan dan analisis.