Skip to main content

Nadi Kampus

Bangsa Yang Mulia, Lahir Dari Guru Yang Setia

Anggaran Waktu Membaca:
Bangsa Yang Mulia, Lahir Dari Guru Yang Setia

Murid-murid membuat persiapan bagi peraduan Katapella 2025. (Gambar: Sekolah Rendah Opera Estate)

Diterbitkan : 05 Sep 2025 01:14AM
SINGAPURA:

Sebuah bangsa tidak lahir dari senjata,
tetapi dari pena dan suara guru yang setia.
Di ruang kelas sederhana,
masa depan dibangun tanpa banyak cahaya kamera.


Guru menanam ilmu di tanah fikiran,
menyiram budi dalam hati murid.
Setiap kesabaran yang ia persembahkan,
adalah asas kukuh bagi peradaban.


Bangsa yang mulia lahir bukan dari harta,
tetapi dari karakter yang dijaga.
Dan gurulah yang menjaga itu semua,
dengan teladan dan kasih tanpa pamrih yang nyata.


Sejarah mencatat pahlawan di medan perang,
namun bangsa besar tahu,
ada pahlawan sunyi di balik meja kayu,
yang melahirkan generasi dengan semangat juang.


Maka hormat kita untuk guru selamanya,
yang setia meski tak selalu dipuja.
Kerana setiap bangsa yang bermartabat,
lahir dari hati guru yang penuh rahmat.
Kurangkan Artikel
MENGENAI PENULIS
Puisi ini adalah karya Dadan Nugraha dari Banten, Indonesia. Beliau minat melukis dan menulis, selain berkecimpung dengan dunia tata rias.
Sumber : BERITA Mediacorp/az
Anda suka apa yang anda baca? Ikuti perkembangan terkini dengan mengikuti kami di Facebook, Instagram, TikTok dan Telegram!

Ikuti perkembangan kami dan dapatkan Berita Terkini

Langgani buletin emel kami

Dengan mengklik hantar, saya bersetuju data peribadi saya boleh digunakan untuk menghantar artikel dari Berita, tawaran promosi dan juga untuk penyelidikan dan analisis.

Video Pilihan

Lebih banyak artikel Berita