Aku Bukan Bayangan: Dari Gelap ke Layar Terang
Anggaran Waktu Membaca:
Tokoh wanita asal Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia, Raden Ajeng Kartini. (Gambar: Facebook/R.A. Kartini)
SINGAPURA:
Di lorong sunyi yang pernah mengikat langkah,
aku dilahirkan dari bisu yang panjang,
dari ruang sempit bernama “seharusnya”,
tempat mimpi-mimpi dilipat rapi tanpa suara.
Namun waktu tak selamanya diam,
ia mengetuk dinding yang dulu kukuh,
membisikkan keberanian dalam dada,
hingga aku belajar: aku bukan bayangan.
Aku adalah suara yang tak lagi dibungkam,
yang bangkit dari huruf-huruf luka,
menyusun kata menjadi nyala,
menulis takdirku sendiri di langit yang dulu asing.
Langkahku pernah terikat,
pada adat, pada takut, pada ragu,
namun kini ia berlari -
melampaui batas yang pernah dianggap akhir.
Dari gelap, aku menyalakan layar terangku sendiri,
bukan sekadar cahaya,
melainkan tanda bahawa aku ada,
bahawa aku memilih untuk terlihat, didengar, dan hidup.
Aku bukan lagi cerita yang ditulis orang lain,
aku pena, aku kertas, aku makna,
dan dalam setiap jejak yang kutinggalkan,
ada dunia baharu yang perlahan berubah.
Kerana hari ini,
perempuan bukan lagi bayangan -
ia adalah cahaya
yang tak bisa dipadamkan.
aku dilahirkan dari bisu yang panjang,
dari ruang sempit bernama “seharusnya”,
tempat mimpi-mimpi dilipat rapi tanpa suara.
Namun waktu tak selamanya diam,
ia mengetuk dinding yang dulu kukuh,
membisikkan keberanian dalam dada,
hingga aku belajar: aku bukan bayangan.
Aku adalah suara yang tak lagi dibungkam,
yang bangkit dari huruf-huruf luka,
menyusun kata menjadi nyala,
menulis takdirku sendiri di langit yang dulu asing.
Langkahku pernah terikat,
pada adat, pada takut, pada ragu,
namun kini ia berlari -
melampaui batas yang pernah dianggap akhir.
Dari gelap, aku menyalakan layar terangku sendiri,
bukan sekadar cahaya,
melainkan tanda bahawa aku ada,
bahawa aku memilih untuk terlihat, didengar, dan hidup.
Aku bukan lagi cerita yang ditulis orang lain,
aku pena, aku kertas, aku makna,
dan dalam setiap jejak yang kutinggalkan,
ada dunia baharu yang perlahan berubah.
Kerana hari ini,
perempuan bukan lagi bayangan -
ia adalah cahaya
yang tak bisa dipadamkan.
Kurangkan Artikel
MENGENAI PENULIS:
Puisi ini adalah karya Dadan Nugraha dari Banten, Indonesia. Beliau minat melukis dan menulis, selain berkecimpung dengan dunia tata rias.
Puisi ini adalah karya Dadan Nugraha dari Banten, Indonesia. Beliau minat melukis dan menulis, selain berkecimpung dengan dunia tata rias.
Sumber : BERITA Mediacorp/az
Ikuti perkembangan kami dan dapatkan Berita Terkini
Langgani buletin emel kami
Dengan mengklik hantar, saya bersetuju data peribadi saya boleh digunakan untuk menghantar artikel dari Berita, tawaran promosi dan juga untuk penyelidikan dan analisis.