Images
  • yogya
    Lapan seniman dari tujuh bandar dan negara Asia akan berkolaborasi mementaskan pertunjukan opera bertajuk "In Search of a Dream". (Gambar: Didik Nini Thowok/Facebook)

8 seniman Asia bakal pentaskan opera di Yogyakarta

BANTUL: Lapan seniman dari tujuh bandar dan negara Asia, termasuk Singapura, akan berkolaborasi mementaskan pertunjukan opera bertajuk "In Search of a Dream" atau "Mengejar Impian" di Dewan Konsert Institut Seni Indonesia Yogyakarta di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 15 November ini.

"'International collaboration: In Search of a Dream' akan disertai seniman dari rantau Asia, antaranya Taiwan, Hongkong, Singapura, Jepun, Kemboja, Thailand, dan Indonesia," kata penerbit acara itu, seorang seniman dari Yogyakarta, Didik Nini Thowok, kepada agensi berita ANTARA News.

Lapan seniman itu ialah Didik Ninik Thowok (Yogyakarta, Indonesia), Makoto Matsushima (Tokyo, Jepun), Nget Rady (Phnom Penh, Kemboja), Soultari Amin Farid (Singapura), Sabrina Sng (Singapura), Nattapon Wannaun/Guide (Bangkok, Thailand), Kong Chun Kit/Jason Kong (Hong Kong) dan Chao hsin (Taipei, Taiwan).

"International Collaboration" adalah pertunjukan kolaborasi seniman Asia di bawah tema "The Interrupted Dream Series", lapor ANTARA News.

Selain "In Search of a Dream", pementasan lain bertajuk "Journey to a Dream" juga dipentaskan semasa Southernmost Festival di Singapura pada November ini.

"Tema pertunjukan kolaborasi mengangkat cerita Peony Pavillion, sebuah opera China yang sangat terkenal," katanya kepada ANTARA News.

Menurut Didik, para seniman akan tampil dengan pelbagai tradisi, dan dalam penampilannya nanti, beliau tidak menggunakan dialog namun bahasa tubuh dengan tari-tarian.

"Pertunjukan nanti adalah pertukaran budaya antara China dengan Indonesia, serta sebagai kritik budaya bagi kedua belah pihak," katanya.

- Agensi berita/AI/ai

Top