Skip to main content

Kewangan

Permintaan jamu kian meningkat di Indonesia sejak kes pertama COVID-19

Di tengah-tengah penularan COVID-19 di merata dunia termasuk di Indonesia, permintaan untuk jamu di negara itu semakin bertambah.

Anggaran Waktu Membaca:
Permintaan jamu kian meningkat di Indonesia sejak kes pertama COVID-19
Diterbitkan : 08 Mar 2020 08:18PM Dikemas Kini : 08 Mar 2020 08:19PM

JAKARTA: Di tengah-tengah penularan COVID-19 di merata dunia termasuk di Indonesia, permintaan untuk jamu di negara itu semakin bertambah.

Ramai orang percaya campuran akar, rempah ratus dan herba akan melindungi mereka daripada jangkitan virus tersebut.

Halia, kunyit dan herba merupakan antara bahan-bahan utama untuk membuat minuman jamu yang kini semakin mendapat sambutan sejak kes pertama COVID-19 disahkan di Indonesia pada Isnin lalu (2 Mac).

Penjualan jamu di kedai Pak Tri, misalnya, melonjak hampir 50 peratus dalam masa beberapa hari saja.

Menurut seorang lagi penjual jamu di ibu kota Jakarta, permintaan yang tinggi itu tidak pernah disaksikannya sejak 20 tahun lalu.

Ramai orang percaya minum jamu adalah cara tradisional membuang bahan toksik di dalam tubuh.

Bagaimanapun menurut Profesor Farmasi Universiti Indonesia, Dr Erni Hernawati Purwaningsih, tiada bukti pengambilan jamu akan membantu rawatan virus korona baru tersebut.

Malah, penyelidik ubat herba itu menambah, pengambilan jamu berlebihan boleh menjadi toksik. 

Sumber : Agensi berita/AA/fz
Anda suka apa yang anda baca? Ikuti perkembangan terkini dengan mengikuti kami di Facebook, Instagram, TikTok dan Telegram!

Ikuti perkembangan kami dan dapatkan Berita Terkini

Langgani buletin emel kami

Dengan mengklik hantar, saya bersetuju data peribadi saya boleh digunakan untuk menghantar artikel dari Berita, tawaran promosi dan juga untuk penyelidikan dan analisis.

Video Pilihan

Lebih banyak artikel Berita