Skip to main content

Iklan

Iklan

Dunia

NOTA DARI JAKARTA: Jakarta, Betawi & Separuh Milenia

Anggaran Waktu Membaca:

BERITAmediacorp: Bagi masyarakat internasional, Jakarta dikenali sebagai ibu kota dan pusat bisnis Indonesia di pesisir utara Pulau Jawa, di mana jutaan rakyat Indonesia dan konsentrasi terbesar ekspat (ekspatriat) hidup berdampingan.

Tak salah, namun Jakarta lebih kompleks (rumit) dari itu.

Sebuah propinsi (wilayah) tersendiri di bawah gubernur (gabenor) yang dipilih secara demokratis, Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya (DKI Jaya) meliputi 5 kota dengan walikota (datuk bandar) masing-masing (Utara, Selatan, Pusat, Barat, Timur) dan Kabupaten Kepulauan Seribu di sekitar Teluk Jakarta.

Ekspat (ekspatriat) yang umumnya beredar (menetap) di Pusat dan Selatan (bahagian tengah dan selatan Jakarta) mungkin terkejut saat mengetahui luas DKI Jaya dengan perairannya adalah 7,660 km2, 10 kali lipat Singapura dengan perairannya.

Pusat administrasi (pentadbiran) dan bisnis sejak kemerdekaan 1945, Jakarta menjadi tujuan merantau berbagai suku selain kampung halaman bagi suku Betawi yang telah bermukim (menjadikan tempat tinggal) jauh sebelum Indonesia terbentuk.

Catatan tertua tentang daerah yang sekarang dinamai Jakarta adalah tersebutnya ibukota Sunda Pura dalam prasasti (piagam) abad ke-4 M kerajaan Hindu, Tarumanagara.

Tetap menjadi ibukota Kerajaan Sunda yang tumbuh pada abad ke-7 M, Sunda Kelapa mulai disebut sebagai bandar rempah-rempah strategis (strategik) oleh pedagang Cina dan Portugis. 11 tahun setelah menguasai Malaka (Melaka), Kerajaan Portugal menandatangani perjanjian dagang dengan Kerajaan Sunda pada 1522.

Hal ini merisaukan Kesultanan Demak, dinasti Islam pertama di Jawa. Fatahillah diutus Demak menyerang Sunda Kelapa dan setelah menguasainya pada 22 Juni (Jun) 1527, mengganti namanya dengan Jayakarta. Tanggal ini lalu dijadikan patokan (asas penubuhan) lahirnya Jakarta.

Jayakarta berangsur (secara bertahap-tahap) menjadi bagian Kesultanan Banten dan mulai dipenuhi pedagang India dan Arab selain perusahaan dagang Inggris dan Belanda (VOC). Perlahan VOC menguasai Nusantara dan akhirnya membangun kota baru di pelabuhan Jayakarta yang dinamai (dinamakan)Batavia pada 18 Januari 1621.

PERCAMPURAN BUDAYA

Sensus (banci penduduk) Belanda abad ke 17-18 menunjukkan Batavia dihuni beragam suku dan etnis. Jejaknya terpatri (dipaparkan) dalam peta Jakarta kini; Kampung Jawa, Kampung Ambon, Pecinan (pemukiman perantau Cina), dan Pekojan (dari ‘Khoja’, kawasan perantau India Muslim dan Arab). Perantau kawin-mawin dengan sesama atau penduduk setempat.

Asimilasi dan akulturasi (penyerapan dan percampuran budaya) ini pada abad ke-19 mulai disebut sebagai Betawi, penduduk Batavia.

Akulturasi dan asimilasi ini menorehkan (mewujudkan) banyak warna pada bahasa dan budaya Betawi.

Pada kolom (rencana) terdahulu saya menceritakan perjalanan Melayu Pasar menjadi Bahasa Indonesia. Bahasa Betawi mungkin adalah bahasa daerah terdekat dengan Bahasa Indonesia, namun diwarnai dengan bahasa asing seperti Cina; jigo (duapuluhlima). engkong (kakek), kemoceng (dustbuster/bulu ayam).

Dalam novel Cabaukan (1999) yang lalu difilmkan (difilemkan), Remy Sylado mengisahkan konstruksi (pembentukan)sosial antar etnis di Batavia melalui kehidupan cabaukan, wanita penghibur di perahu sepanjang Kali Jodo (sungai jodoh) yang digemari pedagang Cina.

pic
Gambar: Sumber Web

Dalam percakapan modern (moden)Jakarta, cabaukan bergeser makna menjadi pelacur.

Jejak budaya Cina juga kental pada kemeriahan corak dan warna batik Betawi, kostum Tari Cokek dan Tari Topeng, boneka raksasa ondel-ondel, dekorasi (hiasan) andong (kereta kuda beroda dua) serta busana pengantin wanita.

pic
Gambar Hiasan: Tari Topeng Betawi

Kebaya dan sarung Betawi tradisional mirip kebaya-sarung Peranakan di Singapura dan Malaysia. Namun uniknya, busana pengantin pria (pengantin lelaki) Betawi dipengaruhi budaya Timur Tengah.

Pengaruh Timur Tengah banyak disebut juga di balik penganan (makanan) khas Soto Betawi dan Sop Kaki Kambing yang menggunakan susu dalam kuahnya.

soto
Gambar Hiasan: Soto Betawi

KESAN PENGARUH BETAWI

Di lain pihak, budaya Melayu menginspirasi Nasi Uduk, nasi yang dimasak dengan santan dan dihidangkan dengan ayam goreng, jerohan sapi (babat lembu), saus kacang dan kerupuk. Dari tampilan dan rasa, Nasi Uduk mirip dengan Nasi Lemak di Singapura dan Malaysia.

pic
Gambar: 

Musik fado dari Portugal umum dianggap sebagai salah satu pembentuk musik keroncong Betawi yang terpelihara baik di Tugu, wilayah ditemukannya prasasti abad ke-4 yang disebut di atas.

Didiami oleh keturunan dari 23 keluarga Portugis di Malaka yang ditawan dan diasingkan ke Batavia setelah Belanda merebut Malaka dari Portugal pada tahun 1641, orkes (orkestra) keroncong masih hidup di Tugu sampai sekarang dan beberapa kali diundang ke Istana Kepresidenan untuk menghibur tamu dari Portugal.

Istana Kepresidenan sendiri dan ratusan bangunan di Utara dan Pusat adalah peninggalan Belanda. Serangkaian bangunan yang telah melalui konservasi (pemuliharaan) diubah menjadi museum dalam kawasan wisata (kawasan pelancongan) Kota Tua. Di dekatnya ada Toko Merah yang ikonis (ikonik), gedung kembar berarsitektur (seni bina) Boer yang terlihat sebagai kesatuan.

Didirikan pada 1730 sebagai kediaman oleh Gustaaf Willem Baron van Imhoff (Gubernur Jenderal VOC 1743-1750), gedung ini telah berganti pemilik dan fungsi sebagai kantor (pejabat), hotel, toko, dinas kesehatan (jabatan kesihatan) dan markas pasukan.

108 tahun pertama berwarna putih, saat dijadikan toko oleh keluarga Oey (1851-1895), bangunan dicat merah. Tak jauh ada Menara Syahbandar, benteng abad ke-17 yang berfungsi sebagai pemantau kapal pada abad ke-19 dan sekarang menjadi penanda kilometer 0 Jakarta.

TOKOH LEGENDA PITUNG & SENIMAN TERSOHOR BENYAMIN S

Penjajahan Belanda melahirkan tokoh Betawi yang terkenal sampai ke Malaya —si Pitung. Berjaya sebagai bandit (dianggap jahat) ahli pencak silat pada akhir abad ke-19, Pitung diburu Belanda namun disenangi warga non-Eropa (warga bukan Eropah) karena konon sering membagikan hasil rampokannya (rompakan) kepada warga miskin.

Pitung kian melegenda (menjadi legenda)setelah Indonesia merdeka, dituturkan melalui drama lenong Betawi, komik anak-anak dan film layar perak.

[ic

Masyarakat Betawi modern juga melahirkan tokoh Betawi yang dikenal baik rumpun Melayu - seniman Benyamin Sueb. Wafat tahun 1995, 75 album musik dan 53 filmnya menempatkan dirinya sebagai 1 dari 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa versi majalah Rolling Stone Indonesia.

Salah satu putranya, pengusaha dan politisi (ahli politik) Biem Benyamin, mengelola radio khas Betawi, Ben’s Radio, dan mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur (Naib Gabenor) DKI Jaya pada tahun 2012 dari jalur independen (calon bebas).

Masih banyakkah penduduk asli Betawi di Jakarta?

Sensus (banci penduduk) 2010 menyatakan bahwa dari 9.6 juta penduduk DKI Jaya, suku Betawi tercatat 28%. Namun, walau tak lagi mayoritas (majoriti) di kampung halamannya, budaya Betawi, terutama dialek sehari-hari dan kuliner (kulinari), adalah bagian tak terpisahkan dari metropolitan yang 5 tahun lagi akan genap separuh milenia (separuh milenium atau 500 tahun).

Kerajaan jatuh-bangun, penjajah datang-pergi, republik merdeka, Jakarta bertahan sebagai pusat administrasi dan niaga.

Bagi orang seperti saya yang dilahirkan dan dibesarkan di sini oleh orangtua yang keduanya pendatang, Jakarta terasa sebagai kampung halaman.

Jadi, sudah tahu mau ke mana bila ke Jakarta? Kami akan berhajatan besar ke-495, puan dan tuan sudi lah datang melawat.

MENGENAI PENULIS:

pic

Lynda Ibrahim adalah penulis dari Jakarta.

Sumber : BERITA Mediacorp//fa

Ikuti perkembangan kami dan dapatkan Berita Terkini

Langgani buletin emel kami

Dengan mengklik hantar, saya bersetuju data peribadi saya boleh digunakan untuk menghantar artikel dari Berita, tawaran promosi dan juga untuk penyelidikan dan analisis.

Iklan

Lebih banyak artikel Berita

Iklan

Aa