Skip to main content

Dunia

Menteri Penyelaras Maritim dan Pelaburan sokong gandingan Prabowo-Gibran jelang Pilihan Raya Presiden Indonesia

Anggaran Waktu Membaca:
Menteri Penyelaras Maritim dan Pelaburan sokong gandingan Prabowo-Gibran jelang Pilihan Raya Presiden Indonesia

Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Indonesia. (Gambar: luhut.pandjaitan/Instagram)

Diterbitkan : 26 Oct 2023 07:56AM Dikemas Kini : 26 Oct 2023 08:06AM

JAKARTA: Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Indonesia, baru-baru ini memuat naik satu catatan, di mana beliau mengulas tentang persaingan Calon Presiden (Capres) 2024 yang baru sahaja membuka tirainya.

Encik Luhut menyanjung dan mendukung Prabowo Subianto, yang telah memilih Gibran Rakabuming Raka, anak lelaki Presiden Joko Widodo, sebagai calon naib presidennya bagi pilihan raya akan datang.

Hal tersebut disampaikan oleh Encik Luhut yang sedang berada di Singapura, melalui catatan di akaun Instagramnya, pada Rabu (25 Okt). Encik Luhut dikatakan sedang menjalani proses pemulihan di sini.


Encik Luhut melalui akaun Instagram peribadinya pada Selasa (10 Okt), menjelaskan bahwa beliau disarankan oleh doktor untuk berehat selama beberapa hari. Keadaan kesihatan Encik Luhut tiba-tiba melemah setelah menghadiri satu kegiatan.

"Tiba-tiba saya merasa kelelahan yang amat luar biasa. Rasa lelah ini tak seperti yang biasa saya rasakan selepas bekerja," kata Encik Luhut.

Encik Luhut kemudian dibawa isterinya ke salah satu rumah sakit di Jakarta untuk tindakan pencegahan lebih lanjut. Dengan keadaan kesihatan seperti itu, Encik Luhut selama beberapa hari tidak diizinkan oleh pasukan doktornya untuk meneruskan kegiatan seperti biasa.

Setelah mendapat tawaran dari rakan-rakan sejawatannya dari Singapura, iaitu Menteri Kanan Singapura Teo Chee Hean dan Menteri Ehwal Luar Dr Vivian Balakhrisnan, Encik Luhut memutuskan untuk menjalani pemulihan di Singapura, sekali gus melakukan pemeriksaan dan penilaian perubatan yang lebih komprehensif.

"Dari ruang pemulihan di Singapura yang tenang, berbagai hiruk-pikuk informasi dari (Indonesia), masih tak lepas dari pendengaran saya, khususnya mengenai dinamika Pilpres 2024. Dengan rasa bangga, saya ingin mengucapkan selamat kepada sahabat baik saya, (Gibran Rakabuming Raka), yang kini resmi berdiri sebagai pendamping bagi (Prabowo Subianto)," ujar Encik Luhut dalam catatannya itu, yang dipetik oleh CNBC Indonesia.
Selain itu, Encik Luhut turut menyampaikan ucapannya kepada Anies Baswedan dan bakal timbalannya, Muhaimin Iskandar.

Berikutan pengumuman Encik Gibran Rakabuming Raka sebagai rakan seperjuangan Encik Prabowo Subianto bagi Pilihan Raya Presiden 2024, Encik Luhut sedia maklum bahawa terdapat keraguan yang muncul dalam kalangan rakyat Indonesia berhubung hal tersebut, meskipun ada yang menyambut baik pengumuman itu dengan rasa optimis.

"Tapi ini biasa saja, adalah hal yang lumrah di sebuah negara demokrasi seperti Indonesia, setiap warganya mengungkapkan pendapat yang (berlainan). Namun, saya berharap agar setiap (perbezaan) pendapat sebaiknya (dapat) disampaikan dengan penuh adab, jauh dari caci maki dan ujaran fitnah yang tak berdasar," tekan Encik Luhut.

Berdasarkan pengalamannya selama berpuluh-puluh tahun dalam arena politik, Encik Luhut percaya bahawa keputusan yang diambil Encik Prabowo Subianto dan Encik Gibran Rakabuming Raka itu berlandaskan pertimbangan yang mendalam.

"Ketika melihat keduanya (diumumkan) sebagai pasangan Capres dan Cawapres, gambaran yang muncul di benak saya adalah simbiosis antara kebijaksanaan dan (sinergi baharu) yang terpadu dengan sempurna. Negara kita, yang kaya bukan hanya dari sumber daya alam tetapi juga dari potensi besar generasinya, (memerlukan) sinergi antara kebijaksanaan dari pengalaman dan inovasi generasi muda," jelas Encik Luhut.

Encik Luhut malah, menarik perhatian bahawa keraguan yang wujud terhadap Encik Prabowo Subianto dan anak Presiden Joko Widodo itu, turut dilihat muncul ketika Presiden Joko Widodo bertanding bagi jawatannya itu.

Beliau berkata: "Masih terakam dalam ingatan saya bagaimana dahulu Pak Jokowi memasuki percaturan politik Indonesia. Diremehkan berbagai pihak ketika maju sebagai (calon), namun (muncul) menjadi salah satu tokoh yang sangat diperhitungkan. Memenangkan dua kali pemilihan presiden di Indonesia tidaklah sederhana, apalagi masih memiliki 80 peratus lebih (kadar sokong) di setahun terakhir masa jabatannya. Hal in menjadi bukti betapa rakyat sangat mendukung berbagai program yang dikerjakannya serta melihat beliau sebagai pemimpin yang tidak tergantikan di Indonesia."

Lantaran itu, Encik Luhut menyifatkan cabaran yang dihadapi Encik Prabowo dan Gibran sebagai sesuatu yang "boleh difahami".

"Namun, kita harus selalu mengingat bahawa setiap langkah yang diambil oleh keduanya, saya yakini memiliki niat tulus untuk mewujudkan visi Indonesia Maju. Dalam jejak sejarah kita, persatuan dan kolaborasi telah terbukti sebagai kunci kemajuan bangsa. Hal ini pula yang saya lihat dari pasangan Prabowo-Gibran: simbol harapan untuk Indonesia Maju, sebuah sinergi antara persatuan dan percepatan untuk meneruskan pembangunan berkelanjutan yang sedang kita persiapkan saat ini, " ujarnya lagi, menurut CNBC Indonesia.

"Pelajaran dari pandemik COVID-19 dan tentangan lain seperti keadaan geopolitik global sekali lagi membuktikan bahawa persatuan adalah kebutuhan mutlak kita. (Pendamaian) antara Presiden Jokowi dan Pak Prabowo telah memberikan banyak (kesan) positif bagi bangsa, sesuatu yang juga diakui oleh dunia (antarabangsa)."

Beliau turut menyuarakan keyakinan terhadap Encik Prabowo dan Encik Gibran dalam meneruskan usaha tersebut bagi Indonesia untuk masa akan datang.

"Dan tentunya, saya akan selalu tegak lurus dalam mendukung visi yang dibawa Presiden Jokowi. Beliau mungkin bukanlah sosok yang sempurna, namun beliau telah memberikan banyak pelajaran berharga tentang bagaimana seorang pemimpin harus bertindak dan memutuskan sebuah pilihan. (Kesetiaan) saya kepada beliau tidak pernah luntur, bukan hanya kerana posisinya sebagai presiden, melainkan kerana (kejujuran), dedikasi, dan contoh yang beliau tunjukkan dalam setiap aspek kehidupannya," jelas Encik Luhut.

Sebelum mengakhiri catatannya itu, Encik Luhut mengingatkan rakyat Indonesia supaya bersikap lebih bijaksana dalam menjalinn hubungan baik daripada mewujudkan permusuhan ketika landskap politik Indonesia melalui perubahan tidak lama lagi.

"Jadikan momen Pemilihan Umum 2024 ini sebagai momen pendewasaan kita sebagai bangsa. Saya percaya, kita mampu melihat dan meraih potensi besar yang ada di depan kita selama kita menjadi bangsa yang bersatu. Kita sedang menulis sejarah dan takdir kita sendiri, menuju masa depan emas bagi Indonesia," katanya.
Sumber : Agensi berita/SS/ss
Anda suka apa yang anda baca? Ikuti perkembangan terkini dengan mengikuti kami di Facebook, Instagram, TikTok dan Telegram!

Ikuti perkembangan kami dan dapatkan Berita Terkini

Langgani buletin emel kami

Dengan mengklik hantar, saya bersetuju data peribadi saya boleh digunakan untuk menghantar artikel dari Berita, tawaran promosi dan juga untuk penyelidikan dan analisis.

Video Pilihan

Lebih banyak artikel Berita