Skip to main content

Dunia

Jokowi sokong usul Soeharto dan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional

Anggaran Waktu Membaca:
Jokowi sokong usul Soeharto dan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional
Mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo. (Gambar fail: Timothy De Souza/CNA)
Diterbitkan : 06 Nov 2025 05:41PM Dikemas Kini : 06 Nov 2025 05:43PM
SOLO: Mantan Presiden Indonesia Joko Widodo menzahirkan sokongannya terhadap wacana pengusulan Mantan Presiden Indonesia ke-2 Soeharto dan Mantan Presiden Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional.

Jokowi menilai keduanya memiliki jasa besar bagi bangsa.

"Ya, setiap pemimpin baik itu Presiden Suharto mahupun Presiden Gus Dur pasti memiliki peran dan jasa terhadap negara," kata Encik Jokowi pada Khamis (6 Nov) seperti dilapor KOMPAS.

Beliau menambah pemberian gelaran Pahlawan Nasional merupakan bentuk penghormatan terhadap sosok yang pernah memimpin Indonesia.

"Dan kita semuanya harus menghargai itu dan kita sedar setiap pemimpin pasti ada kelebihan dan pasti ada kekurangan," katanya.

Perlu Mekanisme dan Pertimbangan Matang

Encik Jokowi menegaskan pengusulan gelaran Pahlawan Nasional tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan harus mengikuti mekanisme yang berlaku.

"Dan pemberian gelaran jasa terhadap para pemimpin itu juga melalui proses-proses melalui pertimbangan-pertimbangan yang ada dari tim pemberian gelar dan jasa," katanya seperti dilapor KOMPAS.

"Saya kira kita menghormati peran dan jasa yang telah diberikan baik oleh Presiden Soeharto mahu pun Presiden Gusdur bagi bangsa dan negara ini," lanjutnya.

40 Nama Diusulkan, Termasuk Soeharto dan Gus Dur

Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menyerahkan 40 nama calon pahlawan nasional kepada Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon.

Dua daripada nama tersebut adalah Presiden Indonesia ke-2 RI Soeharto dan Presiden Indonesia ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Nama-nama tersebut dinilai sebagai memenuhi syarat pentadbiran dan sejarah untuk diusulkan sebagai penerima gelaran pahlawan nasional tahun 2025, seperti dilapor KOMPAS.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, berkata proses penetapan calon pahlawan nasional sudah melalui pelbagai tahap bermula daripada tingkat daerah hingga pusat.

“Kerana memang sebelumnya harus diproses melalui kabupaten kota bersama masyarakat setempat, ahli sejarah, dan juga tentu ada bukti-bukti yang menyertai dari proses itu,” kata Gus Ipul di Pejabat Kemensos, Jakarta pada Khamis (24 Okt) lalu.
Sumber : Agensi berita/HA/at
Anda suka apa yang anda baca? Ikuti perkembangan terkini dengan mengikuti kami di Facebook, Instagram, TikTok dan Telegram!

Ikuti perkembangan kami dan dapatkan Berita Terkini

Langgani buletin emel kami

Dengan mengklik hantar, saya bersetuju data peribadi saya boleh digunakan untuk menghantar artikel dari Berita, tawaran promosi dan juga untuk penyelidikan dan analisis.

Lebih banyak artikel Berita