Skip to main content

Dunia

COVID-19 punca perceraian meningkat di Pulau Jawa?

Perceraian di Pulau Jawa meningkat disebabkan pandemik COVID-19, kata Ketua Pengarah Badan Pengadilan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Aco Nur seperti dilaporkan ANTARA.

Anggaran Waktu Membaca:
COVID-19 punca perceraian meningkat di Pulau Jawa?

Gambar fail cincin perkahwinan. (Gambar: Jay Directo/AFP)

Diterbitkan : 29 Aug 2020 07:21PM Dikemas Kini : 29 Aug 2020 07:25PM

JAKARTA: Perceraian di Pulau Jawa meningkat disebabkan pandemik COVID-19, kata Ketua Pengarah Badan Pengadilan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Aco Nur seperti dilaporkan ANTARA.

Encik Aco berkata hal itu dipercayai disebabkan faktor ekonomi, di mana banyak pencari nafkah harus berdepan dengan peraturan pemutus hubungan kerja (PHK) ketika pandemik.

Berdasarkan perangkaan pemerintah, 3.05 juta rakyat negara itu kehilangan pekerjaan setakat 2 Jun, kesan daripada pandemik berkenaan.

"Akibat COVID-19 banyak di PHK, sehingga ekonomi tidak berjalan lebih baik. Hal itu membuat golongan isteri tidak mendapat jaminan dari suaminya," ujar Encik Aco di Jakarta, pada Jumaat (28 Ogos).

Menurut laporan ANTARA itu, kebanyakan ugutan cerai dibuat oleh isteri.

Sebilangan besar dilaporkan di Pulau Jawa khususnya di wilayah Jawa Barat, kemudian di kota Semarang, dan Surabaya.

Encik Aco berkata ketika perintah berkurung dilaksanakan pada April dan Mei 2020, jumlah perceraian di Indonesia berada di bawah 20,000 kes.

Namun pada bulan Jun dan Julai 2020, jumlahnya meningkat menjadi 57,000 kes.

Penutupan mahkamah sepanjang perintah berkurung dilaksanakan juga memberi pengaruh dalam meningkatnya kes perceraian di pengadilan agama, akibat pendaftaran di bulan April dan Mei hingga ke bulan Jun dan Julai yang tertangguh.

"Jadi pendaftaran April dan Mei tertunda sehingga terkumpul ketika mulai 'norma baru'," ujarnya.


Muat turun aplikasi BERITAmediacorp bagi iOS atau Android dan langgani saluran Telegram kami bagi perkembangan terkini COVID-19: https://t.me/BERITAmediacorp

Anda suka apa yang anda baca? Ikuti perkembangan terkini dengan mengikuti kami di Facebook, Instagram, TikTok dan Telegram!

Ikuti perkembangan kami dan dapatkan Berita Terkini

Langgani buletin emel kami

Dengan mengklik hantar, saya bersetuju data peribadi saya boleh digunakan untuk menghantar artikel dari Berita, tawaran promosi dan juga untuk penyelidikan dan analisis.

Video Pilihan

Lebih banyak artikel Berita